Kamu tau kan setiap hidup tuh pasti punya pengalaman menarik yang tak dapat dilupakan.
Pengalaman ini penulis alami saat malam pertama…
PENGANTIN BARU
Hari Sabtu yang sangat menyenangkan dan sangat melelahkan. Sekian jam kami duduk di pelaminan, setelah acara serah terima sudah selesai akhirnya para tamu undangan pun pulang, hanya beberapa temen dan tetangga dekat aja yang masih setia tinggal menemani pengantin putra, ada yang main catur, main kartu, karambol, dan ada pula yang terpingkal-pingkal dengan candanya.
Malam itu setelah selesai membersihkan make-up aku menuju kamar, di situ ada cowokku yang sekarang statusnya dah jadi suamiku, sedang ganti baju. Sebelum kembali bergabung dengan teman-temannya yang datang dari luar kota lagi suamiku sempat nge-sun pipiku dulu. Begitu suamiku keluar aku melepas semua atribut ratuku. Karena terlalu lelah dan penat jadi ratu sehari akupun akhirnya tertidur dengan pakaian seadanya, hingga aku tak tahu jam berapa suamiku masuk dan tidur.
Malam itu semakin menepi dan sangat dingin, makin terasa semilir angir menggelitik tubuhku yang hanya terbalut katun tipis, begitu lelah dan kantuk berat, semakin berat deh rasanya hingga aku berusaha cari selimut hanya pakek kaki aja, setelah kuraba-raba pakek kaki tidak ketemu akhirnya aku memaksakan diri untuk bangun mencari selimut di seputar tempat tidurku, namun apa yang terjadi..........?????????
”Auwooooooooooooooooooooooooooooooooooooooow!!!!!!!!!!!, teriakku, (aku kaget setengah gila) mengapa ada cowok tidur di sebelahku!? Cowokku!!! Astaga!!! Dia juga kaget lalu tersenyum dan memelukku erat-erat, dia pikir aku sedang mimpi buruk. Oh...alhamdulillah...aku baru sadar kalo hari ini aku sudah bersuami......dan......
Bangun tidur pagi hari, keluar dari kamar kami mendapat sambutan yang menarik, gara-gara jeritanku semalem semua jadi bad thingking, karena saat itu mereka melekan/tidak tidur. Merekapun tertawa kepingkal-pingkal setelah tau cerita kejadian yang sebenarnya termasuk ayah dan ibuku, mereka hanya senyum simpul aja.........!
”Dasar Tomboy” kata kakakku menggoda.
Sweet Memory, 08 Juli 1991
CerpenQu berawal dari Pengalaman PribadiQu
SENYUMMU DI SUDUT DUKA
Pagi itu,
Ibuku dengan tenang mencari becak untuk pergi ke rumah sakit yang jaraknya 2km dari rumah. Digendongnya adik perempuanku Clara berumur 3th yang sedang sakit panas tinggi.
Ibu memeluk erat dan mengayun adik dengan penuh kasih. Dengan senyum pahit Ibuku berusaha menghibur adik sampai perawat memanggil nomer antrean. Kemudian perawat minta adik untuk diperiksa dokter, adik menangis histeris dan meronta-ronta sambil memegangi baju Ibu, seolah-olah tak mau lepas dari pelukan Ibu yang hangat. “Setelah sholat subuh badan putriku panas tinggi Dok.” Jelas Ibu pada dokter yang sedang menyiapkan jarum suntik. Ibu berusaha mengambilnya dari gendongan perawat agar tenang saat disuntik nanti, tapi dokter melarang dengan alasan Ibu bisa kuwalahan, Ibu hanya bisa menurut meski hatinya tak kuasa mendengar tangisan adikku Clara. Sungguh diluar dugaan, apa yang terjadi.......? Tangisan adik berhenti setelah jarum sudah dicabut dari pantat adik, Ibu meraih adik dan berusaha membangunkan adik dengan menggoyang-goyangkan badan adik yang lunglai, tak ada reksi, adik tidur pulas.
Disepanjang perjalanan Ibu mendekap erat tubuh adik yang dirasa masih bernyawa. Di atas becak aku hanya diam terpaku menyaksikan Ibu tersenyum, ia begitu tabah. Saat itu aku kelas 2 SD. Ibu tidak memberitahu ayah yang sedang piket malam di kantornya ketika badan adik panas dan kejang, sampai dibawanya ke rumah sakit. Ibu tak mengira akan seperti ini.
Turun dari becak, Ibu berkata pada kakakku yang menunggu di rumah, “Innalillahi wa innaa ilaihi raaji’uun , segala sesuatu berasal dari Allah dan akan kembali pada Allah. Allah telah mengambilnya untuk dijadikan bidadari.” kuamati butiran air mata ibu jatuh ke pipi, aku baru sadar kalau adik akan pergi selamanya. Aku berlari ke kamar adik, hancur hatiku saat itu, pedih dan sakit sekali, kupukuli bantal dan benda-benda disekitarku, aku menjerit sekuat tenaga sampai aku tak ingat apa-apa lagi......
Padahal baru kemarin sore kami pergi ke langgar (mushola) bersama, malamnya kami bernyanyi, menggambar bersama, main kuda-kudaan, dan tidur bersama. Semua terasa sangat cepat dan tak terduga. Aku sangat kehilangan satu-satunya adik yang kucintai.
Berkat nasihat Ayah dan Ibuku, aku ikhlas Allah SWT mengambil adikku. Aku sudah dilatih untuk selalu mengucap istighfar bila ada kesusahan.
Hari-hariku kulalui dengan ceria meski tanpa adikku, hingga aku tumbuh dewasa tak kekurangan suatu apapun dari keluargaku, terutama kasih sayang Ayah dan Ibuku. Namun, cobaan berikutnya datang, ayah dan ibuku menyusul adikku ke Rahmatullah…
meski sudah yatim piatu aku tetap harus bertahan dan berusaha untuk bisa menerima kenyataan ini dengan ihklas…
(Semoga mereka khusnul khotimah, amiin)
Oleh: Sekti Hastuti
Kisah berikutnya ada di posting lama






